Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Opini
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
Banten7.Com
Telusuri
Banten7.Com

Beranda Headline Kota Serang Opini Menyingkap Luka Sumatra: Potret Bencana Alam dan Ketangguhan Masyarakatnya
Headline Kota Serang Opini

Menyingkap Luka Sumatra: Potret Bencana Alam dan Ketangguhan Masyarakatnya

Admin
Admin
05 Jan, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 


Serang, Banten7.Com - Pulau Sumatera dikenal sebagai salah satu kawasan paling subur dan kaya di Indonesia. Hutan hujan tropis yang lebat, garis pantai yang panjang, dan pegunungan yang menjulang memberi pulau ini keindahan alam yang luar biasa.

Namun, di balik keelokan itu, Sumatera juga memikul takdir geografis yang berat: berada di Cincin Api Pasifik dan bersisian dengan lokasi pertemuan dua lempeng besar dunia. Alhasil, bencana alam bukanlah peristiwa yang asing bagi masyarakatnya.

Dari gempa bumi, hingga banjir dan longsor, Sumatera berulang kali diuji oleh murka alam. Dalam beberapa tahun terakhir, serangkaian bencana kembali menorehkan duka di sejumlah wilayah Sumatera.

Meskipun skalanya bervariasi, pola yang muncul menunjukkan bahwa tantangan ini semakin kompleks dan berkaitan dengan dinamika alam maupun ulah manusia.

Di Aceh, gempa dangkal yang mengguncang bagian utara pulau membawa kembali ingatan akan tragedi tahun 2004. Meski tidak sebesar bencana masa lalu, getaran itu cukup untuk merusak puluhan rumah dan memicu kepanikan warga.

Gempa di kawasan ini merupakan pengingat bahwa zona megathrust di sepanjang pantai barat Sumatera masih aktif dan berpotensi menghasilkan gempa besar kapan saja.

Selain gempa bumi, letusan gunung api juga menjadi ancaman nyata. Gunung Sinabung di Sumatera Utara, misalnya, sejak lama menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Semburan abu vulkanik sesekali melumpuhkan aktivitas warga, merusak tanaman, dan mengganggu kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Meski masyarakat sudah terbiasa dengan aktivitas gunung tersebut, setiap letusan tetap menimbulkan kecemasan, terutama bagi mereka yang tinggal di zona rawan.

Aktivitas vulkanik seperti ini membuktikan bahwa Sumatera tidak hanya diancam oleh bencana yang berlangsung secara bertahap dan bisa berkepanjangan. Banjir dan tanah longsor adalah jenis bencana lain yang semakin sering muncul belakangan ini.

Curah hujan yang tak menentu, diperparah oleh deforestasi yang terus terjadi, membuat banyak daerah rawan mengalami banjir bandang. Di beberapa wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, misalnya, luapan luas menyebabkan ribuan rumah terendam, memaksa warga mengungsi, dan merusak infrastruktur vital.

Longsor yang menyusul setelah hujan deras kerap memutus jalur transportasi antar-kecamatan dan mengisolasi desa-desa terpencil. Bencana hidrometeorologi ini semakin meningkat intensitasnya akibat perubahan iklim global yang memicu perubahan pola cuaca ekstrem.

Namun, di tengah kepurukan akibat bencana, ketangguhan masyarakat Sumatera patut diapresiasi. Berkali-kali, mereka bangkit dari puing-puing, membersihkan rumah yang terendam banjir, memperbaiki bangunan yang runtuh, dan saling membantu tanpa menunggu instruksi resmi.

Gotong royong menjadi kekuatan utama warga dalam menghadapi situasi sulit. Relawan lokal, sering kali pemuda desa, bergerak cepat untuk mengevakuasi warga rentan, membagi bantuan darurat, dan membuka dapur umum.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan pusat terus melakukan upaya mitigasi bencana, mulai dari pembangunan sistem peringatan dini, peningkatan fasilitas evakuasi, hingga sosialisasi mengenai kesiapsiagaan bencana di sekolah-sekolah.

Meskipun demikian, upaya mitigasi ini masih membutuhkan banyak perbaikan. Banyak wilayah pedesaan belum memiliki akses memadai terhadap informasi bencana. Jaringan komunikasi yang lemah membuat peringatan dini tidak selalu diterima tepat waktu.

Selain itu, praktik pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan memperburuk risiko bencana. Alih fungsi lahan yang massif, pembukaan hutan untuk perkebunan, dan penebangan liar menjadi faktor penyebab banjir dan longsor semakin parah.

Tanpa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Sumatera akan terus berada dalam siklus bencana yang sama setiap tahunnya. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan mulai meningkat, tetapi perubahan perilaku membutuhkan waktu dan dukungan nyata.

Program konservasi hutan, reboisasi, serta penguatan adat lokal dalam menjaga kawasan hutan adat adalah langkah-langkah yang perlu terus dikembangkan. Kearifan lokal masyarakat Sumatera sebenarnya telah lama mengajarkan prinsip hidup berdampingan dengan alam, seperti larangan membuka lahan di lereng curam atau menjaga hulu sungai.

Namun, modernisasi sering kali membuat nilai-nilai ini terabaikan. Peran generasi muda juga tidak boleh diabaikan. Mereka merupakan kelompok yang sangat aktif di media sosial dan mampu menyebarkan informasi dengan cepat.

Banyak komunitas anak muda Sumatera yang kini bergerak dalam edukasi lingkungan, pemetaan risiko bencana, hingga kampanye pengurangan sampah. Mereka menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan modern dan kesadaran sosial, sekaligus agen perubahan yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Bencana alam memang tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan lembaga-lembaga kemanusiaan.

Sumatera, dengan segala kerentanannya, memerlukan pendekatan terpadu yang tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pencegahan, mitigasi, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Infrastruktur tahan bencana, tata ruang yang memperhatikan risiko geologi, serta edukasi publik harus menjadi prioritas jangka panjang. Akhirnya, Sumatera bukan hanya tentang bencana.

Pulau ini adalah rumah bagi jutaan orang yang terus belajar dan beradaptasi dengan dinamika alam. Setiap bencana menyisakan luka, tetapi juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kehati-hatian, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kisah tentang keberanian melawan ketidakpastian, tentang manusia yang tidak pernah menyerah meski berkali-kali diuji. Dengan tekad yang kuat dan kebersamaan yang terjaga, Sumatera akan selalu mampu bangkit sekali lagi, dan seterusnya.

Oleh: Cherina Stefani

Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Pemeliharaan Mobil Dinas Walikota dan Wakil Walikota Serang. Ternyata Setahun Hanya Rp. 83,7 Juta

Redaksi- Januari 15, 2026 0
Pemeliharaan Mobil Dinas Walikota dan Wakil Walikota Serang. Ternyata Setahun Hanya Rp. 83,7 Juta
Arie Budiarto BANTEN7.COM - Kota Serang - Sempat viral diberbagai media sosial dan pemberitaan media terkait biaya pemeliharaan kendaraan dinas Walikota Seran…

Berita Terpopuler

Tebing Labil Akibat Hujan, Longsor Ancam Keselamatan Warga Desa Dahu

Tebing Labil Akibat Hujan, Longsor Ancam Keselamatan Warga Desa Dahu

Januari 12, 2026
RSUD Kota Serang Kembali Normal Usai Tergenang Air

RSUD Kota Serang Kembali Normal Usai Tergenang Air

Januari 14, 2026
Masyarakat Terdampak Banjir. Dinas Sosial Kota Serang Buka Dapur Umum

Masyarakat Terdampak Banjir. Dinas Sosial Kota Serang Buka Dapur Umum

Januari 14, 2026
Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Januari 12, 2026
RSUD Kota Serang Terdampak Banjir. Komisi III DPRD Tinjau Lokasi

RSUD Kota Serang Terdampak Banjir. Komisi III DPRD Tinjau Lokasi

Januari 13, 2026
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Warga Bumi Kasemen Lestari Cari Tempat Aman

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Warga Bumi Kasemen Lestari Cari Tempat Aman

Januari 12, 2026
Pemeliharaan Mobil Dinas Walikota dan Wakil Walikota Serang. Ternyata Setahun Hanya Rp. 83,7 Juta

Pemeliharaan Mobil Dinas Walikota dan Wakil Walikota Serang. Ternyata Setahun Hanya Rp. 83,7 Juta

Januari 15, 2026
Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Januari 13, 2026
Jabatan Sekda Kota Serang Patut Dipertanyakan

Jabatan Sekda Kota Serang Patut Dipertanyakan

Januari 14, 2026
Rakorda Forum Kader Bela Negara Kemhan Banten Bahas Diklat Kogaphan di Garut

Rakorda Forum Kader Bela Negara Kemhan Banten Bahas Diklat Kogaphan di Garut

Januari 11, 2026

Editor Post

Tebing Labil Akibat Hujan, Longsor Ancam Keselamatan Warga Desa Dahu

Tebing Labil Akibat Hujan, Longsor Ancam Keselamatan Warga Desa Dahu

Januari 12, 2026
Nasib 1331 Pegawai Non Database. Pemkot Serang Upayakan Tidak di Rumahkan

Nasib 1331 Pegawai Non Database. Pemkot Serang Upayakan Tidak di Rumahkan

Desember 14, 2025
Pemkot Serang Gelar Uji Kompetensi Bagi 16 Pejabat Esselon II

Pemkot Serang Gelar Uji Kompetensi Bagi 16 Pejabat Esselon II

Desember 17, 2025
Jabatan Sekda Kota Serang Akan Berakhir 8 Januari 2026

Jabatan Sekda Kota Serang Akan Berakhir 8 Januari 2026

Desember 31, 2025
RSUD Kota Serang Kembali Normal Usai Tergenang Air

RSUD Kota Serang Kembali Normal Usai Tergenang Air

Januari 14, 2026
Masyarakat Terdampak Banjir. Dinas Sosial Kota Serang Buka Dapur Umum

Masyarakat Terdampak Banjir. Dinas Sosial Kota Serang Buka Dapur Umum

Januari 14, 2026
Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Januari 12, 2026

Berita Terpopuler

Tebing Labil Akibat Hujan, Longsor Ancam Keselamatan Warga Desa Dahu

Tebing Labil Akibat Hujan, Longsor Ancam Keselamatan Warga Desa Dahu

Januari 12, 2026
RSUD Kota Serang Kembali Normal Usai Tergenang Air

RSUD Kota Serang Kembali Normal Usai Tergenang Air

Januari 14, 2026
Masyarakat Terdampak Banjir. Dinas Sosial Kota Serang Buka Dapur Umum

Masyarakat Terdampak Banjir. Dinas Sosial Kota Serang Buka Dapur Umum

Januari 14, 2026
Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Januari 12, 2026
RSUD Kota Serang Terdampak Banjir. Komisi III DPRD Tinjau Lokasi

RSUD Kota Serang Terdampak Banjir. Komisi III DPRD Tinjau Lokasi

Januari 13, 2026
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Warga Bumi Kasemen Lestari Cari Tempat Aman

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Warga Bumi Kasemen Lestari Cari Tempat Aman

Januari 12, 2026
Pemeliharaan Mobil Dinas Walikota dan Wakil Walikota Serang. Ternyata Setahun Hanya Rp. 83,7 Juta

Pemeliharaan Mobil Dinas Walikota dan Wakil Walikota Serang. Ternyata Setahun Hanya Rp. 83,7 Juta

Januari 15, 2026
Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Januari 13, 2026
Jabatan Sekda Kota Serang Patut Dipertanyakan

Jabatan Sekda Kota Serang Patut Dipertanyakan

Januari 14, 2026
Rakorda Forum Kader Bela Negara Kemhan Banten Bahas Diklat Kogaphan di Garut

Rakorda Forum Kader Bela Negara Kemhan Banten Bahas Diklat Kogaphan di Garut

Januari 11, 2026
Banten7.Com

About Us

Banten7.Com merupakan portal berita terkini, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: redaksibanten7@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2025 Banten7.Com
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber