Ketua LSM Karat: TPSA Cilowong Harus Dihormati sebagai Tempat Pemrosesan Sampah Akhir
Serang, Banten7.Com – Ketua LSM Karat, Iwan Hermawan alias Adung Lee, menyatakan bahwa TPSA Cilowong harus dihormati sebagai tempat pemrosesan sampah akhir yang hanya menerima jenis sampah residu yaitu sampah hasil dari pemilahan sesuai karakteristiknya yang tidak dapat didaur ulang kembali.
“TPSA Cilowong bukanlah tempat pembuangan sampah akhir yang dapat menampung semua jenis sampah,” kata Iwan Hermawan dalam pernyataan persnya, Sabtu (3/1/2026).
Iwan Hermawan menuntut agar semua pihak yang membuang sampah ke TPSA Cilowong, baik dari Pemkot Tangsel, Kabupaten Serang, kota Cilegon, maupun Kota Serang sendiri, harus mematuhi peraturan yang berlaku.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2016 tentang Tata Cara Pengelolaan Sampah jelas mengatur bahwa sampah yang diangkut ke TPSA haruslah residu sampah hasil pemilahan dan tidak dapat didaur ulang kembali.
Sangat jelas didalam peraturan tersebut bahwa TPSA Cilowong hanya menerima jenis sampah residu sampah hasil pemilahan yang tidak dapat didaur ulang kembali. Jika sampah yang dibuang tidak sesuai dengan peraturan, maka TPSA Cilowong tidak akan dapat memprosesnya dengan baik,” kata Iwan Hermawan.
Iwan Hermawan juga meminta agar semua pihak bertanggung jawab atas dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan sampah.
Sebagai pengingat, “Jika ada pihak - pihak yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku dalam hal pengelolaan sampah maka dapat dipastikan akan mendapatkan konsekuensinya diantara akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” tegas Iwan Hermawan.
“Kami sebagai salah satu warga Kota Serang mungkin tidak bisa menolaknya, kecuali peraturan dan perundang-undangan yang bicara, sekalipun ada kebenaran yang terorganisir didalamnya,” tandasnya.
