Penguatan Peran Pemuda Desa Untuk Meningkatkan Keterlibatan Politik di Tingkat Desa Pulo Kencana Kecamatan Pontang
Serang, Banten7.Com - Keterlibatan politik di tingkat desa merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas demokrasi lokal. Desa sebagai unit pemerintahan terkecil memiliki peran strategis dalam membentuk partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap proses pengambilan keputusan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pemuda desa sering kali kurang dilibatkan secara aktif dalam dinamika politik desa. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan pengetahuan, minimnya literasi digital, serta rendahnya kesadaran akan hak dan kewajiban politik. Akibatnya, muncul kesenjangan antara besarnya potensi pemuda sebagai agen perubahan dengan kenyataan bahwa mereka belum sepenuhnya berperan dalam pembangunan politik desa.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Desa Pulo Kencana hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Melalui pendekatan terpadu yang mencakup pendidikan politik, literasi digital, pelatihan kepemimpinan, simulasi musyawarah desa, serta pembentukan Forum Pemuda Desa, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemuda agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan politik desa.
Hasil dari kegiatan ini tidak hanya menilai keberhasilan teknis pelaksanaan program, tetapi juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dan kolaborasi. Pemuda yang telah dibekali dengan literasi politik dan digital mampu berperan sebagai agen informasi yang bertanggung jawab, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam merancang kebijakan yang lebih inklusif. Oleh karena itu, pemberdayaan pemuda tidak dapat dipandang sekadar sebagai proyek jangka pendek, melainkan sebagai investasi sosial-politik yang akan menentukan arah pembangunan desa di masa depan.
Beberapa langkah penting untuk meningkatkan peran pemuda dalam keterlibatan politik di tingkat desa antara lain sebagai berikut:
1. Pendidikan Politik sebagai Fondasi Kesadaran Demokrasi
Pelatihan pendidikan politik yang dilakukan dalam program PKM menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi oleh masyarakat. Pemuda yang sebelumnya kurang memahami struktur pemerintahan desa, hak dan kewajiban warga negara, serta mekanisme musyawarah desa kini menunjukkan peningkatan pemahaman. Hal ini membuka wawasan pemuda untuk lebih kritis dalam menilai kebijakan desa, lebih aktif dalam menyuarakan aspirasi, serta siap menjadi mitra pemerintah desa dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.
2. Literasi Digital sebagai Alat Strategis
Pemuda yang dibekali keterampilan digital mampu memverifikasi informasi, menghindari penyebaran hoaks, serta menyebarkan konten edukatif yang positif. Literasi digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga menjadi alat strategis untuk memperkuat komunikasi politik desa. Pemuda dinilai mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang advokasi kebijakan, promosi transparansi pemerintahan, serta penguatan jejaring komunikasi antarwarga.
3. Kepemimpinan dan Pengorganisasian Pemuda
Pelatihan keterampilan berorganisasi dalam kegiatan desa serta penguatan kepemimpinan, baik secara individu maupun kolektif, pada dasarnya dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuka wawasan yang lebih luas. Dengan demikian, pemuda akan lebih mudah dalam merancang dan menjalankan program sosial-politik. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan pemuda tidak lagi bersifat individual, melainkan kolektif dan kolaboratif. Hal ini turut memperkuat persepsi publik bahwa pemuda mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan.
4. Forum Pemuda Desa sebagai Wadah Keberlanjutan
Pembentukan Forum Pemuda Desa dipandang sebagai wadah permanen untuk menjaga keberlanjutan program. Forum ini menjadi sarana bagi pemuda untuk mengorganisasi diri, membangun jejaring, serta berkolaborasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Forum Pemuda Desa tidak hanya berfungsi sebagai simbol partisipasi, tetapi juga sebagai instrumen nyata untuk memastikan aspirasi pemuda tersalurkan secara efektif. Dukungan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat semakin memperkuat legitimasi forum, sehingga keberlanjutan program dapat terjamin.
Secara keseluruhan, program ini menegaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mampu menciptakan perubahan nyata dalam kapasitas dan partisipasi pemuda desa. Masyarakat menilai bahwa kegiatan pendidikan politik, literasi digital, pelatihan kepemimpinan, hingga pembentukan Forum Pemuda Desa telah membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi lokal. Forum Pemuda Desa Pulo Kencana dipandang sebagai wadah strategis yang menjamin keberlanjutan program, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, serta memastikan aspirasi warga tersalurkan secara efektif. Dengan dukungan lintas pihak, pemuda tidak lagi sekadar menjadi penerus, melainkan mitra strategis dalam pembangunan desa yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Penulis: Dzikry Tri Isnawan, Anggun Dwi Sapitri, Risma Mulyati, Elly Shinta Herlina, Vivi Sofykoh
Universitas Pamulang PSDKU Serang Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
